Abstract :
Latar Belakang: Corona virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus-2. Obat antibiotik dan imunomodulator merupakan rekomendasi awal pengobatan COVID-19, namun data keamanan dan kemanjuran untuk obat ini sangat terbatas. Rekomendasi pengobatan pada pasien COVID-19 perlu mempertimbangkan adanya interaksi obat secara potensial dan aktual pada pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta. Sebagian besar penderita penyakit penyerta mengalami polifarmasi, sehingga akan meningkatkan terjadinya interaksi obat secara potensial dan aktual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi obat secara potensial dan aktual pada pasien COVID-19 di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada tahun 2022-2023, berdasarkan real world data. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medik elektronik pasien rawat inap COVID-19 di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada tahun 2022-2023. Analisis interaksi obat secara potensial dan aktual dilakukan melalui website drug.com dan analisis data univariat. Hasil penelitian menunjukkan jumlah interaksi obat secara potensial dan aktual dengan rentang 1-4 obat pada kategori minor adalah sebanyak 133 pasien (51%), moderate 97 pasien (37%) dan mayor 110 pasien (42%). Interaksi obat secara potensial dan aktual dengan rentang 5-8 obat pada kategori minor adalah sebanyak 34 pasien (13%), moderate 33 pasien (13%), mayor 14 pasien (6%). Interaksi obat secara potensial dan aktual dengan dengan rentang >8 obat pada kategori interaksi minor adalah sebanyak 6 pasien (2%), moderate 69 pasien (26%) dan mayor 0 pasien (0%). Kesimpulan: Kejadian interaksi obat minor secara potensial 173 (66%) dan aktual 0 (0%). Kejadian interaksi obat moderate secara potensial 197 (75%) dan aktual 2 (1%). Kejadian interaksi obat mayor secara potensial 120 (46%) dan aktual 4 (2%).