DETAIL DOCUMENT
Uji efektivitas smolien aromaterapi mawar (rosa damascena) dan vanilla (vanilla planifolia) pada pertambahan berat badan dan panjang ukuran badan pada bayi tikus putih (rattus norvegicus)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Arsyad, Amelia Regina
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2024-04-30 02:33:49 
Abstract :
Bahan aktif yang dapat digunakan pada emolien adalah minyak atsiri mawar dan minyak atsiri vanila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi dari minyak atsiri mawar dan minyak atsiri vanila pada sediaan emolien terhadap organoleptik, pH, viskositas, berat jenis, pengujian warna, indeks bias, hedonik, uji iritasi pada kelinci, uji efektivitas penambahan berat dan panjang badan bayi tikus. Penelitian ini diawali dengan membuat emolien aromaterapi dengan perbandingan komposisi minyak atsiri mawar dan minyak atsiri vanila yaitu F1 (0,1 mL: 0,4 mL), F2 (0,2 mL : 0,3 mL), F3 (0,3 mL : 0,2 mL) dan F4 (0,4 mL : 0,1 mL) dengan konsentrasi 0,5 mL dalam 100 mL minyak pembawa yaitu minyak nabati biji bunga matahari. Parameter yang diamati adalah organoleptik, pH, viskositas, berat jenis, indeks bias, pengujian hedonik, pengujian iritasi menggunakan hewan uji kelinci, pengujian efektivitas pada berat dan panjang badan bayi tikus. Berdasarkan hasil penelitian evaluasi sifat fisik secara organoleptik ke-4 formula memiliki warna putih kekuningan dan teksturnya encer, sedangkan pada F1 memiliki aroma woody, F2 dan F3 memiliki aroma oriental woody dan F4 memiliki aroma khas mawar. Hasil pengujian pH pada ke-4 formula berada pada rentang pH 5,12-6. Hasil uji viskositas ke-4 formula berada pada rentang 4,92-5,3 Cps. Hasil uji bobot jenis pada dari ke-4 formula yaitu 1,0181-1,0682. Hasil uji indeks bias dari ke-4 formula yaitu 1,470-1,471. Hasil uji hedonik yang diujikan menunjukkan bahwa beberapa panelis menyukai F2. Pada pengujian iritasi dari ke-4 formula yang diujikan tidak menimbulkan adanya iritasi berupa edema dan eritema pada kulit kelinci. Dari hasil rekapitulasi ke-4 formula yaitu F2 yang lebih baik. Hasil pengujian penambahan berat dan panjang badan bayi tikus pada F2 dengan menggunakan tingkat konsentrasi FEA 0,5% (v/v); 0,25% (v/v) dan 0,125% (v/v) didapatkan hasil yang berbeda signifikan dengan kontrol. Pada konsentrasi FEA 0,5% (v/v) menunjukkan hasil kenaikan berat dan panjang badan bayi tikus yang signifikan dibandingkan dengan konsentrasi 0,25% (v/v) dan 0,125% (v/v). Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa formulasi emolien aromaterapi yang paling optimal yaitu pada F2 dengan komposisi perbandingan minyak atisir mawar dan minyak atsiri vanila yaitu (0,2 mL ; 0,3 mL). 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan