Abstract :
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk konflik batin yang dialami tokoh utama, Jubran, yaitu depresi, cemas, rasa tidak mampu, frustasi, sakit hati, marah, dan rasa bersalah. Konflik batin yang tidak ditemukan yaitu obsesi, rasa takut, rasa tidak aman, rasa bersalah, dan perasaan tidak mampu. Bentuk konflik batin yang paling dominan dirasakan tokoh utama adalah depresi. Tokoh utama merasa depresi saat mengetahui bahwa kekasihnya Salma, akan dinikahkan oleh ayahnya dengan kemenakan Uskup yaitu, Mansur Bey Galib. Faktor penyebab konflik batin pada tokoh utama yaitu ada penyebab primer, penyebab predisposisi, penyebab aktual, dan penyebab penguat. Penyebab primer yang terjadi pada tokoh utama yaitu saat ia mengetahui maksud dari pertemuan antara Faris Afandi Karamy dan Uskup Bulos Galib. Penyebab predisposisi yang dialami Jubran saat dia menyalami Faris Afandi Karamy untuk menghindari rasa tidak enak. Penyebab aktual yang dialami tokoh utama yaitu saat dia berbicara dengan penggali kubur kemudian ia merasa sedih hingga menjatuhkan dirinya di atas makam Salma karena tidak kuat menahan sedih melihat kekasihnya meninggal dunia. Penyebab penguat yang dialami tokoh utama yaitu saat ia menunjukkan sikap terlalu berlebihan kepada Salma. Penyelesaian konflik batin tokoh utama yaitu represi, reaksi kompromi, displacement, intelektualisasi, dan rasionalisasi. Penyelesaian yang tidak ditemukan yaitu identifikasi, fiksasi, dan regresi. Dalam penyelesaian konfik batin menjawab bagaimana tokoh utama menyikapi setiap masalah yang ada pada dirinya.