Abstract :
Bernalar kritis sangat penting bagi peserta didik untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Namun tingkat berpikir kritis pelajar di Indonesia masih rendah sehingga berdampak pada aspek akademis dan moral mereka. Di SD Muhammadiyah Kleco 1 peserta didik kelas 1 sudah mampu membuat kalimat ajakan sederhana yang mencerminkan bahwa tingkat berpikirnya berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam menguatkan profil pelajar Pancasila bernalar kritis dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengimplementasian pembelajaran berdiferensiasi dalam menguatkan profil pelajar Pancasila bernalar kritis di SD Muhammadiyah Kleco 1.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan peserta didik, serta objeknya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam menguatkan profil pelajar Pancasila bernalar kritis. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi yaitu triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam menguatkan profil pelajar Pancasila bernalar kritis di SD Muhammadiyah Kleco 1 meliputi diferensiasi isi, proses, produk dan lingkungan. Diferensiasi konten dicapai dengan menyiapkan konten berdasarkan kebutuhan dan pemahaman peserta didik. Diferensiasi proses meliputi kegiatan dalam pembelajaran berupa pertanyaan pemantik, penyampaian materi, pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, pengerjaan LKPD, presentasi dan penilaian sumatif. Diferensiasi produk dilakukan dengan berbagai cara dapat melalui karya, tulisan, gambar, presentasi dan lainnya. Serta diferensiasi lingkungan dengan menciptakan suasana kelas yang kondusif dan nyaman bagi peserta didik. Faktor pendukungnya adalah kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran dan sarana prasarana yang ada. Dan faktor penghambat yaitu sarana dan prasarana harus ditambah dan di upgrade lagi.