Abstract :
Pembangunan negara, terutama di negara berkembang, bukan hanya suatu pilihan melainkan sebuah keharusan yang mendesak. Dengan melakukan pembangunan, negara dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengatasi berbagai kendala pembangunan. Utang Luar Negeri (ULN) muncul sebagai salah satu opsi yang diambil dalam usaha untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, ULN tidak hanya dianggap sebagai alat kebijakan, tetapi juga dijadikan sebagai mekanisme yang sengaja digunakan untuk menutup defisit anggaran negara. Pemanfaatan ULN diarahkan untuk mendukung proyek-proyek pembangunan strategis, seperti pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, dan pelayanan kesehatan, yang memiliki dampak positif jangka panjang terhadap kemajuan negara. Meskipun ULN menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk investasi, pengelolaan utang yang cerdas dan transparan menjadi kunci untuk memastikan bahwa beban utang dapat diatasi secara berkelanjutan tanpa mengancam stabilitas fiskal negara. Oleh karena itu, ULN memegang peranan penting sebagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif..
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh Suku Bunga, PDB, kurs, dan ekspor terhadap ULN, dalam konteks pembangunan negara pada periode 1970-2021. Data sekunder yang digunakan berasal dari sumber seperti IMF (International Monetary Fund), World Bank, Bank Indonesia, BPS, KEMENKEU (Kementerian Keuangan), dan sumber lainnya. Variabel yang dianalisis meliputi ULN, PDB, ekspor, suku bunga, dan kurs dalam rentang waktu 1970 hingga 2021. Penelitian ini menggunakan metode Vector Autoregressiv untuk mengidentifikasi variabel independen yang berpengaruh terhadap ULN sebagai variabel dependen..