Abstract :
Budaya Papua menarik perhatian beberapa pengarang, salah satunya yaitu Brahmanto Anindhito yang menjadikan budaya Papua sebagai latar penceritaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud dan unsur budaya Papua yang terdapat dalam novel Tiga Sandera Terakhir karya Brahmanto Anindhito dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat terkait wujud dan unsur kebudayaan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan data berupa kata-kata atau kalimat dari objek material yang digunakan dan didukung dengan adanya beberapa referensi yang berkaitan dengan fokus penelitian. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti itu sendiri dengan menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat adanya wujud dan unsur budaya Papua dalam novel Tiga Sandera Terakhir. Wujud budaya yang ditemukan yaitu ide (Organisasi Papua Merdeka), aktivitas (tradisi bakar batu dan aktivitas jalan kaki), dan artefak (honai). Unsur budaya yang ditemukan yaitu sistem bahasa (bahasa Melayu dialek Papua), sistem pengetahuan (terkait membidik, memanah, menombak, serta penggunaan api unggun sebagai alat penerang dan penghangat), organisasi sosial (pernikahan poligami), sistem peralatan hidup dan teknologi (honai, koteka, parang, belati, panah, tombak, kapak, papeda, petatas atau ubi jalar, babi, kelinci, perahu motor, kapal motor), sistem mata pencaharian (berburu, nelayan, beternak, dan berkebun), sistem religi (agama Katolik), dan kesenian (lagu Yamko Rambe Yamko).