Abstract :
Dari hasil observasi peneliti tentang komunikasi interpersonal pada siswa
di SMA Negeri 1 Pejagoan, ditemukan berbagai gejala yang diantarnya, gejala keterbukaan yang rendah, siswa sulit membuka komunikasi dengan orang lain atau orang baru, sikap empati dan dukungan siswa yang masih rendah. Hal ini terlihat ketika siswa ada yang butuh bantuan, tetapi minimnya respon teman lainnya untuk menolong satu sama lain. Metode penelitian ini yaitu dengan menggabungkan penelitian
kuantitatif dan penelitian eksperimen. Desain penelitian dengan menggunakan pre eksperimental design dengan model one group pretest postest. Desain preeksperimental ini menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah diberikalan treatment. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XA jurusan IPS SMA Negeri Pajagoan sebanyak 13 siswa yang memiliki tingkat komunikasi interpersonal pada kategori rendah dan sangat rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non test, yaitu dengan skala likert tentang komunikasi interpersonal. Hasil penelitian ini dapat di lihat dari hasil Pretest nilai sebesar 737
dengan rata-rata nilai 56,69 Setelah diberikan layanan, siswa mengalami peningkatan nilai pada Posttest sebesar 1.225 dengan rata 94,23. Hasil uji wilcoxon dengan menggunakan SPSS 26 didapatkan Z hitung dengan nilai -3,181 dan taraf signifikan 0,05. Diketahui nilai Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,001<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan signifikan antara komunikasi interpersonal siswa sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik permainan simulasi. Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik permainan simulasi efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai Posttest yang mengalami peningkatan.