Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Irawati, Flaurencia Irene Mulya
Subject
LB Theory and practice of education
Datestamp
2024-05-07 04:22:38
Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBM berbantuan IoT smart water quality sensor dan siswa yang belajar dengan model PBM, (2) mengungkapkan hubungan antara motivasi belajar dan pengetahuan awal dengan kemampuan berpikir kritis siswa, dan (3) mengetahui besar kontribusi motivasi belajar dan pengetahuan awal terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, baik secara sendiri-sendiri maupuan bersama-sama.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian semu atau quasi experimental design dengan desain eksperimen pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan di MTs Muhammadiyah Karangkajen, Yogyakarta dengan populasinya adalah siswa kelas VII. Sebagai sampelnya adalah kelas VII A sebanyak 23 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebnayak 22 siswa sebagai kelas kontrol yang dipilih secara random sampling dengan teknik undian. Siswa pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan model PBM berbantuan IoT smart water quality sensor dan siswa kelas kontrol dibelajarkan dengan model PBM konvensional. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu perencanaan, observasi, dan analisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik Ancova dengan 2 kovariat untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada kedua kelas. Kemudian untuk mengetahui efektifitas dari model pembelajaran yang diterapkan dilakukan perhitungan terhadap nilai N-Gain dan untuk mengetahui besar ukuran efek dari model yang diterapkan pada kelas eksperimen dilakukan perhitungan effect size. Untuk mengungkap hubungan antara motivasi belajar dan pengetahuan awal dengan kemampuan berpikir kritis dideskripsikan dengan indeks regresi dan mengungkapkan sumbangan ke dua vaariabel tersebut terhadap kemampuan berpikir kritis, baik secara bersama-sama dan sendiri-sendiri dengan dasar perhitungan koefisien determinasi
Hasil penelitian menyimpulkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 yang dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan peiningkatan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan uji N-Gain pada kelas eksperimen didapatkan sebesar 44,94% yaitu efektifitas sedang dan kelas kontrol sebesar 27,14% yaitu efektifitas rendah. Selanjutnya hasil dari uji effect size didapatkan nilai 0,711 yang berarti perlakuan pada kelas eksperimen memberikan efek yang sedang. Hubungan antara motivasi belajar dan pengetahuan awal dengan kemampuan berpikir kritis dinyatakan dengan RY(1,2) sebesar 0,68, sehingga besar koefisien determinasi R2y(1,2) = 0,462 sehingga secara bersama-sama sumbangan kovarait terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 46,2%. Selanjutnya sumbangan efektif dan relatif dari motivasi dan pengetahuan awal terhadap kemampuan berpikir kritis siswa berturut-turut adalah sebesar 22,7% dan 49% dan 23,5% dan 51%.