Abstract :
BERIMAN adalah becak listrik yang dikembangkan oleh dosen Universitas
Ahmad Dahlan. Berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan dengan
pengembang BERIMAN menunjukan beberapa permasalahan pada dibagain
penumpang dan pengemudi yang belum optimal. Selain itu juga dilakukan wawancara
dengan calon penumpang dan calon pengemudi becak. Hal ini disebabkan ukuran becak
yang digunakan ukuran becak kecil dan bentuk stir kemudi seperti becak motor (bentor).
Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah melakukan perbaikan desain pada BERIMAN.
Pada penelitian ini menggunakan Metode Design Thinking, yang dimana metode
memiliki lima tahap. Tahap satu empathize (empati) melakukan penggalian informasi
individu yang berhubungan dengan objek penelitian. Tahap dua define (identifikasi
masalah) merupakan proses menentukan masalah dari informasi yang sudah didapatkan.
Tahap tiga idea (ide) proses pengumpulan ide untuk menyelesaikan masalah. Tahap empat
prototype pada tahap ini mengimplementasikan ide-ide yang sudah didapat. Tahap lima test
pengujian prototype yang akan diujikan kepada Bapak Paimin Ahmad Sarjono selaku ketua
paguyuban becak wisata Yogyakarta dan Ibu Augustine Chen selaku pemilik bengkel Sinar
Laut (bengkel becak) untuk mencari feedback .
Hasil penelitian ini adalah perbaikan desain pada BERIMAN dengan merubah ukuran
lebar pada bagian penumpang menggunakan antropometri sebesar 88 cm. Perbaikan lain
juga dilakukan dengan meninggikan senderan punggung sebesar 73,49 cm dan senderan
kepala untuk calon penumpang sebesar 63,5 cm. Perbaikan yang dilakukan pada bagian
pengemudi adalah membuat desain baru untuk stir kemudi berbentuk horizontal tidak
membentur lutut, stir kemudi ini akan memberikan kenyamanan pada calon pengemudi
pada saat melakukan handling.