Abstract :
Masa remaja dianggap sebagai usia bermasalah. Fase peralihan hidup yang rentan akan permasalahan dan sulit untuk terselesaikan, mudah melakukan penyimpangan dengan arah konsekuensi negatif. Salah satu yang kerap diakukan oleh remaja adalah perilaku agresif, merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk menyakiti orang lain dan terbagi menjadi beberapa jenis yaitu: physical aggression, verbal aggression, anger, dan hostility. Masih maraknya perilaku agresif yang terjadi di lingkup pendidikan menjadi alasan dilakukannya penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self control dengan perilaku agresif pada siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Pengambilan data menggunakan teknik non-tes. Instrumen yang digunakan adalah skala self control dan perilaku agresif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan cluster sampling dengan jumlah responden sebanyak 230 siswa. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment, perhitungan dalam penelitian ini mendapat bantuan dari program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 29.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara self control dengan perilaku agresif pada siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul. Dengan hasil korelasi product moment yang menunjukan nilai Sig. (2- tailed) variabel self control dan perilaku agresif adalah < 0,001. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai Pearson Correlation adalah - 0,509. Dikatakan memiliki korelasi tingkat derajat sedang dan bentuk hubungan negatif, dengan artian semakin tinggi self control yang dimiliki maka semakin rendah perilaku agresif pada remaja, sebaliknya semakin rendah self control yang dimiliki maka semakin tinggi perilaku agresif pada remaja.