Abstract :
Latar Belakang: Makanan jajanan selalu menjadi incaran dikarenakan menarik, murah, nyaman, dan mudah diakses oleh masyarakat. Makanan yang digoreng seringkali tidak memerhartikan higiene dan sanitasi makanan seperti penggunaan minyak goreng yang berulang, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, sikap dan paparan informasi dengan penggunaan minyak goreng pada penjual makanan yang digoreng di Kelurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul.
Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan desain Cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 37 penjual makanan yang digoreng dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil: Ada hubungan pendidikan (p-value=0,002), tingkat pengetahuan (p-value=0,002), paparan informasi (p-value=0,002) dengan penggunaan minyak goreng. Sedangkan tidak ada hubungan sikap (p-value=0,067) dengan penggunaan minyak goreng.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan paparan informasi terhadap penggunaan minyak goreng pada penjual makanan yang digoreng di Kelurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul. Tidak ada hubungan sikap dengan penggunaan minyak goreng pada penjual makanan yang digoreng di Kelurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul.