DETAIL DOCUMENT
Kelelahan kerja di industri pertambangan: sebuah kajian sistematis pada prevalensi, faktor, dan strategi intervensi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Makarim, Dzaky
Subject
HC Economic History and Conditions 
Datestamp
2024-05-11 07:46:03 
Abstract :
Latar belakang: Kejadian kelelahan kerja di industri pertambangan menjadi tantangan tersendiri karena adanya pekerjaan yang spesifik, pekerja yang harus melakukan pekerjaan intensif dan melakukan pemantauan serta merespon berbagai bahaya yang ada di area tambang. Urgensinya terletak pada dampak yang akan terjadi jika kelelahan tersebut sampai membahayakan pekerja. Kajian ini dilakukan untuk mengkaji prevalensi, faktor, dan strategi intervensi kelelahan kerja di industri pertambangan. Metode: Kajian sistematis ini mengumpulkan studi dari database Google Scholar, Science Direct, PubMed dan berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses statement (Prisma) menggunakan pencarian kata kunci ?prevalence?, ?factors?, ?intervention strategies?, ?work fatigue?, ?mining industry?, ?prevalensi?, ?faktor?, strategi intervensi?, ?kelelahan kerja?, dan ?industri tambang? dengan analisis data yang digunakan menggunakan naratif sintesis. Hasil: Sebanyak 23 artikel/halaman web/dokumen terinklusi dari 5.359 artikel yang berpotensi. Besar prevalensi kelelahan kerja berkisar antara 0,4%?89,7%. Faktor-faktor yang berpengaruh pada kelelahan kerja antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut diantaranya kuantitas tidur yang kurang, kualitas tidur yang buruk, gangguan tidur, performa fisik, pengeluaran tenaga (fisik dan mental), konsumsi kafein, adanya keluhan gangguan MSDs, tingkat stres, usia, status kesehatan, dan gaya hidup yang buruk. Faktor eksternalnya seperti adanya shift kerja malam, jam bekerja, pekerjaan sampingan, kerja lembur, jenis pekerjaan, beban kerja, dan masa kerja. Strategi intervensi untuk mengelola kelelahan kerja seperti adanya perbaikan kualitas tidur, promosi kesehatan, beristirahat sejenak, aturan di tempat kerja, identifikasi bahaya, penilaian dan kontrol risiko, penjadwalan, cuti, penggunaan teknologi, pemberlakuan sanksi, serta monitoring dan evaluasi program. Kesimpulan: Besar prevalensi, faktor, dan strategi intervensi yang dikaji pada tiap studi terinklusi menunjukkan hasil yang berbeda-beda. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan