Abstract :
CV. Putra Sari Logam merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengecoran logam, dimana perusahaan tersebut memproduksi barang-barang yang berbahan dasar logam seperti kursi taman, tiang lampu, menhole, dan lain sebagainya. Terdapat hambatan pada sistem kerja yang mengakibatkan proses produksi perusahaan kurang berjalan dengan baik dan membuat ketidaknyamanan dan ketidakamanan pekerja, oleh karena itu peneliti melakukan penelitian menggunakan pendekatan makroergonomi untuk mengevaluasi sistem kerja yang bermasalah. Berdasarkan hasil observasi, wawancara manajer untuk menggali informasi permasalahan dalam sistem kerja tersebut, terdapat beberapa permasalahan faktor sosioteknik yang teridentifikasi pada CV. Putra Sari Logam yang dapat menghambat proses produksi diantaranya yaitu faktor manusia, organisasi, teknologi, tugas, dan lingkungan kerja.
Penentuan metode analisis kerja adalah menggunakan pendekatan Macroergonomic analysis and design (MEAD). Pemilihan metode makro ini dilakukan karena MEAD secara langsung terkait dengan perancangan, analisis, dan evaluasi sistem kerja dalam sebuah organisasi dengan tujuan untuk mencapai efektifitas perusahaan. Metode MEAD mencakup sepuluh tahapan, dimulai dari proses identifikasi lingkungan dan subsistem organisasi hingga implementasi dan usulan perbaikan.
Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan, maka penelitian ini menunjukan beberapa faktor permasalahan kunci atau varian utama yang dapat menghambat terlaksananya proses produksi yang terbagi menjadi tiga faktor, yaitu faktor organisasi berupa kurangnya penerapan budaya keselamatan kerja dan kurang ketatnya pengawasan kerja, faktor tugas berupa beban kerja yang berat dan melebihi peraturan pemerintah tentang jam kerja, faktor lingkungan kerja berupa kebisingan yang melampai batas normal yang ditentukan undang-undang. Dari ketiga alternatif tersebut, alternatif pembuatan SOP dan peningkatan pengawasan kerja serta analisis beban kerja dengan memperbaiki jam istirahat adalah alternatif yang menjadi usulan perbaikan sistem kerja. Untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja peneliti mengusulkan pembuatan SOP, sedangkan untuk analisis beban kerja penelitian melakukan perhitungan denyut nadi untuk menentukan beban kerja dengan metode cardiovascular load (CVL). Setelah dilakukan analisis beban kerja, maka didapat usulan penambahan waktu istirahat sebesar 10 menit diluar jam kerja normal.