Abstract :
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan penularan nya melalui transmisi udara (droplet) (1). Tuberkulosis sampai dengan saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan karena tuberkulosis merupakan salah satu penyakit mematikan setelah HIV/AIDS. Berdasarkan dari hasil riset yang telah dilakukan, angka success rate tuberkulosis pada tahun 2021 yang paling rendah terdapat di Kab.Sleman DIY yaitu sebesar 86,4%. Kabupaten Sleman memiliki 25 wilayah kerja puskesmas salah satunya yaitu puskesmas Depok III yang merupakan penyumbang kasus tuberkulosis terbanyak pada tahun 2021. Orang yang terkena tuberkulosis akan mengalami perubahan baik dari segi fisik maupun psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat kecemasan pasien tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas Depok III Kab.Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan di puskesmas Depok
III dengan sampel menggunakan total sampling. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat yang banyak menderita tuberkulosis adalah kecemasan yang banyak dialami oleh pasien adalah kecemasan sedang sebanyak 17 responden (46,7%), kecemasan berat sebanyak 4 responden (13,3%), dan 9 responden (30,0%) lainnya tidak memiliki kecemasan/normal. Kesimpulan: tingkat kecemasan pasien tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas Depok III tahun 2024 lebih dari setengah mengalami kecemasan sedang (46,7%) Berdasarkan analisis yang telah dilakukan faktor karakteristik responden yang mempengaruhi kecemasan adalah jenis kelamin, faktor usia, pendidikan, pendapatan, dan lama pengobatan