Abstract :
Dengan hadirnya lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang berbentuk koperasi di Indonesia serta didorong dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, masyarakat dapat mengembangkan usahanya melalui lembaga keuangan. Pelaku usaha membutuhkan modal kerja dari pihak lain karena terbatasnya modal yang tersedia. Salah satu opsinya adalah dengan cara memperoleh pembiayaan syariah dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiayaan murabahah dalam meningkatkan pertumbuhan pendapatan usaha pedagang pasar giwangan.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan metode reduksi data, penyajian data dan menggunakan penarikan kesimpulan serta menggunakan teknik triangulasi untuk uji keabsahan datanya.
Hasil penelitian ini yaitu mengetahui bahwa BMT Bina Ihsanul Fikri (BIF) dapat memebrikan dampak positif bagi anggotanya, seperti dalam pengembangan usaha. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan secara langsung, tetapi juga menciptakan dampak positif dalam jangka panjang dengan membuka peluang untuk memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak konsumen. Sedangkan dari faktor penghambatnya terlihat bahwa prosesnya bisa dihambat oleh berbagai faktor eksternal dan internal.