Abstract :
Kanker serviks adalah salah satu penyakit kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia. Salah satu metode penanganan kanker serviks adalah dengan pemberian agen kemoterapi, tetapi memiliki kelemahan yakni efek samping toksik pada sel normal. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu agen ko-kemoterapi menggunakan gabungan metabolit sekunder seperti kurkumin dan kuersetin. Kurkumin dan kuersetin diketahui memiliki efek sinergis terhadap sel kanker. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek sitotoksik, selektivitas, dan efek sinergisme dari kombinasi kurkumin dan kuersetin terhadap sel kanker serviks HeLa dan sel Vero.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan zat aktif kurkumin dan kuersetin kemudian ditelusuri efek sitotoksik, selektivitas, dan efek sinergis aktivitas antikankernya terhadap sel HeLa dan sel Vero dengan metode MTT. Parameter yang ditentukan adalah IC50, indeks selektivitas, dan indeks kombinasi (CI).
Berdasarkan analisis diketahui bahwa kurkumin dan kuersetin mempunyai efek sitotoksik terhadap sel HeLa dengan nilai IC50 sebesar 26,57± 2,00 ?M dan 149,52 ± 21,09 ?M. Uji sitotoksik pada sel Vero diperoleh nilai IC50 kurkumin dan kuersetin sebesar 73,89 ± 12,93 ?M dan 1094,47 ± 15,68 ?M. Kurkumin dan kuersetin selektif pada sel HeLa dengan indeks selektivitas 2,78 dan 7,32. CI kombinasi kurkumin dan kuersetin pada konsentrasi ¼ IC50 adalah 0,78 ± 0,03 menunjukkan efek sinergis ringan-sedang, sedangkan pada konsentrasi kombinasi IC50 atau ½ IC50 nilai CI >0,9 menunjukkan adanya efek antagonis.
Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa kombinasi kurkumin dan kuersetin memiliki aktivitas antikanker terhadap sel HeLa dan memiliki tingkat sinergis ringan hingga sedang dengan indeks kombinasi 0,78.