Abstract :
Diabetes melitus adalah suatu penyakit kronis yang ditandai dengan gejala kadar glukosa darah yang melebihi ambang batas normal. Saat ini, pengukuran kadar glukosa darah menggunakan tes strip merupakan cara yang paling banyak digunakan. Akan tetapi, metode tersebut tidak dapat diterapkan kepada semua pasien karena rasa sakit yang ditimbulkan serta risiko infeksi jika jarum yang digunakan terkontaminasi atau digunakan lebih dari satu kali. Penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan dan menguji sistem kerja dari rancangan alat ukur yang telah dikembangkan dalam mengukur kadar glukosa darah secara non-invasive dengan penerapan internet of things. Penelitian ini menggunakan metode research and development yang telah banyak digunakan untuk mengembangkan suatu produk baru, serta menguji keefektifan dari produk yang dihasilkan tersebut. Photoplethysmography merupakan metode pengukuran yang digunakan untuk menangkap spektrum cahaya dari bagian tubuh yang dikenai cahaya tampak berwarna merah. Komponen-komponen yang digunakan dalam penelitian ini adalah mikrokontroler ESP32, sensor intensitas cahaya OPT101, LCD OLED, LED, dan push button switch. Pada penelitian ini, algoritma Kalman Filter diimplementasikan untuk mengurangi derau pada nilai pembacaan sensor dan membuat data keluaran sensor menjadi lebih stabil. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa alat ukur kadar glukosa darah yang telah dikembangkan ini dapat mengukur kadar glukosa dalam darah dengan persentase akurasi tertinggi yang diperoleh pada pengujian menggunakan model persamaan regresi linier saat uji coba lapangan yaitu sebesar 80,90%. Sedangkan, untuk tingkat akurasi dengan persentase terendah diperoleh pada pengujian menggunakan nilai faktor pengali dari metode kalibrasi perbandingan saat uji coba terbatas dengan persentase sebesar 77,35%.