Abstract :
Pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia melalui transfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Dalam Pendidikan Agama Islam, proses internalisasi nilai agama Islam dianggap penting agar bisa tercermin dalam perilaku sehari-hari. Islam memiliki banyak aliran-aliran islam seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah dan masih banyak lagi. SMA PIRI 1 Yogyakarta yang merupakan tempat penelitian ini adalah aliran Ahmadiyah (lahore). Setiap aliran memiliki pendekatan dan cara yang berbeda dalam internalisasi nilai agama Islam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas XI di SMA PIRI 1 Yogyakarta serta mengidentifikasi nilai-nilai PAI yang ditanamkan beserta faktor pendukung dan penghambatnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan siswa kelas XI di SMA PIRI 1 Yogyakarta. Data dianalisis menggunakan analisis model menurut Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Peran guru dalam internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam meliputi membangun hubungan harmonis, mengadopsi pendekatan penuh cinta dan empati, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Guru juga harus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai agama Islam, tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai pembimbing. 2) Nilai-nilai PAI yang diinternalisasikan oleh guru tidak hanya diajarkan, tetapi juga diterapkan dalam tindakan sehari-hari, mempengaruhi siswa dalam memahami dan mengamalkannya. 3) Faktor pendukungnya adalah peran guru sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai agama sehari-hari, sementara faktor penghambatnya meliputi perbedaan perspektif, pergantian guru yang sering, dan heterogenitas siswa, yang dapat diatasi dengan meningkatkan komunikasi dan memahami kekhasan siswa.