Abstract :
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang masih menjadi Massalah kesehatan masyarakat. DM tipe 2 dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor - faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keturunan. Faktor yang dapat diubah yaitu aktivitas fisik, merokok, IMT, stres, dan gaya hidup. Kejadian DM di Puskesmas Kalasan tahun 2021 memiliki prevalensi 2,47%, prevalensi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi nasional. Metode: Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan analisis univariat, bivariat (chi square), multivariat (regresi logistic). Sampel penelitian ini berjumlah 356 orang yang diperoleh dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Riskesdas 2018 dan tidak dilakukan uji validitas, kuesioner untuk mengukur variabel karateristik responden (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan), riwayat keluarga, pola makan, IMT, aktivitas fisik, komorbid, merokok, dan stres Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan usia (p=0,000;RP=1,628), jenis kelamin (p=0,369RP=1,094), riwayat keluarga (p=0,000;RP=2,042), pola makan (p=0,000;RP=0,302), aktivitas fisik (p=0,012;RP=1,300), komorbid (p=0,000;RP=2,132), dan stres (p=0,002;RP=1,400). Tidak adanya hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan (p=0,249;RP=1,123), IMT (p>0,05), dan merokok (p=0,138;RP=0,844) dengan kejadian Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Kesimpulan: ada hubungan usia, riwayat keluarga, pola makan, aktivitas fisik, komorbid, dan stres. Tidak adanya hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, IMT, merokok, serta faktor konsumsi sayur paling dominan terhadap kejadian Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman.