Abstract :
Pembelajaran sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Salah satu peningkatan mutu yang penting untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah kemampuan pemecahan masalah sehingga ini harus dimiliki siswa. Kondisi ideal yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan kondisi nyata dilapangan. Hal ini tentu menimbulkan suatu permasalahan. Peserta didik cenderung belajar menghafal teoritis tanpa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik belum mampu mengintegrasikan teori ke dalam kehidupan sehari-hari. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan pendekatan dan model pembelajaran. Pendekatan yang dapat digunakan salah satunya pendekatan diferensiasi berbasis gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran diferensiasi berbasis gaya belajar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA di kelas IV SD Muhammadiyah Kleco 2. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain yang digunakan yaitu eksperimen dengan pendekatan Quasi Eksperiment. Jenis penelitian ini menggunakan One ? group Pretest ? Posttest karena hanya menggunakan satu kelas dengan menggunakan model pembelajaran diferensiasi berbasis gaya belajar. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas IV di SD Muhammadiyah Kleco 2 sebanyak 26 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji -T dan uji hipotesis. Hasil data diuji menggunakan uji normalitas kemudian uji homogenitas kemudian uji T menggunakan bantuan SPSS 27 untuk menguji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat peningkatan pada nilai rata-rata IPA siswa kelas IV, yaitu pada pretest nilai rata-rata siswa 71,50 sedangkan pada posttest nilai rata-rata siswa 82,58. Hasil uji hipotesis menggunakan uji T sampel berpasangan atau paired sample t-test menunjukkan nilai sig 0,000 < 0,05, karena nilai sig < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kleco 2.