Abstract :
Wisata adalah suatu aktivitas atau kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu dengan cara berpindah dari tempat kediaman ke suatu daerah tujuan yang terletak di dalam negara ataupun luar negara, dengan alasan tidak menetap atau bekerja melainkan hanya untuk bersenang-senang, memenuhi rasa ingin tau, menghabiskan waktu senggang atau waktu libur. Destinasi atau objek wisata menjadi bahan pertimbangan wisatawan dalam memilih tempat wisata, banyak diantara pecinta wisata yang memilih destinasi berdasarkan keindahan tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Kondisi kepariwisataan ini memunculkan persoalan-persoalan di tengah masyarakat hal ini disebakan beredarnya hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masaal dan leterlek. Sehingga kehujjahan dan makna dari hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid perlu diteliti dan dikaji kembali.
Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yakni pemahaman berdasarkan fenomena dan gejala sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analis data adalah analisis-deskriptif menggunakan teori ma?ani al hadis milik Yusuf al-Qaradawi dan teori takhrij al hadis} milik Syuhudi Ismail.
Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid dinilai sahih ligahirihi meskipun terdapat satu jalur ad-Darimi dinilai hasan. Hadis tersebut dapat digunakan dan dijadikan hujjah dalam kehidupan. Adapun makna larangan yang terdapat dalam hadis dikhususkan bagi syaddu ar rihal dalam rangka ibadah dan pengagungan suatu tempat kecuali tiga masjid tersebut. Melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, tadabur alam, piknik dan mengunjungi keluarga diperbolehkan serta tidak termasuk ke dalam larangan tersebut.
Kata kunci: tiga masjid, destinasi wisata, syaddu ar rihal