DETAIL DOCUMENT
Pola penggunaan obat dan analisa faktor resiko terhadap outcome klinis pada pasien covid-19 di RS Charitas Palembang
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Aviani, Stefana Alfinda Heby Ega
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-06-08 05:48:01 
Abstract :
Insidensi COVID-19 telah menunjukkan peningkatan prevalensi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Faktor risiko yang mungkin memengaruhi perburukan COVID-19 meliputi usia, gender, dan komorbid seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperkoagulan (d- dimer) Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai berbagai faktor yang berkontribusi terhadap risiko pengembangan COVID-19 dan pola penggunaan obat di antara pasien yang menerima perawatan di Rumah Sakit Charitas di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif yang menggunakan univariat dan bivariat. Analisis tersebut berfungsi untuk mengidentifikasi faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap perburukan pasien COVID-19. Pola penggunaan obat akan dijelaskan secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan terapi untuk COVID-19 di RS Charitas Palembang, dengan rate tertinggi adalah levofloxacin yang dikombinasikan dengan remdesivir, favirapir, atau oseltamivir dengan jumlah 35.4%. Untuk penatalaksanaan terapi komorbid pada pasien COVID-19 yaitu pada diabetes mellitus dengan rate tertinggi diberikan levemir atau lantus kombinasi novorapid dengan jumlah 26% . Untuk komorbid hipertensi yaitu terapi rate tertinggi adalah candesartan atau valsartan (ARB) dengan jumlah 21.5%. Untuk penanganan dan pencegahan angka tinggi Hiperkoagulan (d-dimer) diberikan heparin dengan jumlah 40%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak terdapat kaitan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, dan nilai hiperkoagulan (d-dimer) terhadap lama perawatan pasien COVID-19 di RS Charitas Palembang. Sedangkan komorbid, dan komorbid dengan komplikasi memiliki kaitan yang signifikan dengan masa rawat pasien COVID-19. Kemudian tidak terdapat keterkaitan signifikan antara umur, jenis kelamin, komorbid, serta komorbiditas dengan komplikasi terhadap outcome klinis COVID-19. Sedangkan nilai hiperkoagulan (d-dimer) memiliki kaitan yang signifikan terhadap outcome klinis pada pasien COVID-19. Berdasarkan temuan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pasien COVID-19 yang memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperkoagulan (d-dimer) berisiko lebih tinggi untuk mengalami perawatan yang lebih lama dan case fatality. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan