Abstract :
ABSTRAK
Pendidikan dalam era globalisasi menuntut pengembangan potensi peserta didik tidak hanya dalam hal pengetahuan khusus, tetapi juga dalam aspek spiritual, kepribadian, dan keterampilan global. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD Muhammadiyah Sagan, Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dengan desain nonequivalent control group yang digunakan, dimana kelas IV Ibnu Jauzi sebagai kelompok eksperimen menerima pembelajaran berbasis video, sementara kelas IV Ibnu Batutah sebagai kelas kontrol menerima pembelajaran konvensional.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut. Hasil Analisis menunjukkan perbedaan signifikan dalam pretest dan postest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelas kontrol memiliki rata-rata pretest sebesar 59,55 dan postest sebesar 74,09, sementara kelompok eksperimen memiliki rata-rata pretest 55,45 dan postest 80,45. Dari data tersebut, terlihat bahwa kelompok eksperimen mencatat peningkatan postest yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol, menunjukkan dampak positif dari penggunaan media video dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPAS. Analisis hipotesis dilakukan menggunakan uji-t dengan uji Paired sampel t-test pada data pretest dan postest kelompok eksperimen. Hasil uji menunjukkan nilai P(T<=t) two-tail sebesar 3,8711, yang kurang dari 0.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPAS di SD Muhammadiyah Sagan.