Abstract :
Prevalensi dismenore primer di Indonesia sebesar 74,42 %. Manajemen dismenore yang tidak baik dapat berpengaruh pada kualitas hidup seperti aktivitas sehari hari dan hubungan sosial yang terganggu. Selain itu, dapat menyebabkan mood swing, ketidakstabilan mental, dan ketidakhadiran di kelas sehingga mempengaruhi aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, persepsi, managemen, kualitas hidup, dan aktivitas belajar mahasiswa yang mengalami dismenore.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden mahasiswa fakultas farmasi Universitas Ahmad Dahlan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online. Konten dalam kuesioner telah divalidasi dan variabel kualitas hidup diukur dengan menggunakan EuroQol-5D-3L. Data diolah dengan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, rerata, dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi dismenore sebanyak 93,82%. Secara umum, karakteristik demografi responden berusia 20,47±1,26 tahun. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan sedang (50,77%) serta lebih dari setengah sangat setuju bahwa dismenore adalah hal yang tidak diinginkan dan mengganggu. Untuk mengurangi dismenore, aktivitas yang banyak dilakukan adalah berbaring (87,20%) sebagai terapi non-farmakologi dan mengkonsumsi obat Feminax? (51,54%) sebagai pengobatan farmakologi. Terdapat rasa nyeri (76,74%) dan rasa cemas/depresi (56,59) yang mengganggu kualitas hidup. Kadang-kadang responden mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi (37,98%) serta berpartisipasi saat pembelajaran di kelas (36,82%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa dismenore memiliki pengetahuan sedang dan memiliki persepsi bahwa dismenore adalah hal yang mengganggu. Managemen dismenore yang banyak dipilih adalah berbaring di kasur. Dismenore ternyata menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan sulit untuk berkonsentrasi di kelas.