Abstract :
Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional tengah diminati masyarakat. Pelepah pisang muli (Musa acuminata) adalah tanaman yang diketahui mengandung banyak senyawa fitokimia. Diantaranya getah pelepah pisang mengandung senyawa golongan flavonoid, polifenol, dan saponin yang diketahui berpotensi sebagai obat herbal untuk mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi toksisitas ekstrak infusa pelepah pisang muli (Musa acuminata) terhadap larva Artemia salina dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) yang ditunjukkan dengan nilai LC50. Penelitian ini menggunakan 6 variasi konsentrasi perlakuan (1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 100 ppm, 50 ppm, dan 0 ppm sebagai kontrol negatif dengan 3 kali pengulangan uji). Larva Artemia salina berusia 48 jam yang digunakan pada masing-masing botol flakon sebanyak 10 ekor larva untuk tiap perlakuan. Kematian larva dihitung setelah 24 jam perlakuan. Perhitungan Lc50 menggunakan Microsoft office excel.