DETAIL DOCUMENT
Analisis faktor pendorong niat sebagai fasilitas pengumpulan minyak goreng bekas
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Gunawan, Akbar
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-06-13 04:32:51 
Abstract :
Salah satu bentuk pengolahan limbah minyak goreng bekas adalah kegiatan reverse logistic. Memfasilitasi kegiatan reverse logistics memerlukan tanggung jawab dan partisipasi produsen limbah, dalam hal ini perusahaan jasa makanan. Langkah awal untuk mewujudkan kegiatan reverse logistics ialah tahap pengumpulan, sehingga dibutuhkan tempat atau fasilitas pengumpulan minyak goreng bekas. Namun, hasil survey menunjukkan bahwa perusahaan/ bisnis jasa makanan rata-rata belum bersedia menjadi fasilitas pengumpulan minyak goreng bekas, dikarenakan saat ini penanganan minyak goreng bekas dikumpulkan ke pengepul sebagai keuntungan ekonomi. Adanya fasilitas pengumpulan dapat mengurangi penyalahgunaan minyak goreng bekas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor pendorong yang berpengaruh terhadap niat sebagai fasilitas pengumpulan minyak goreng bekas. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan beberapa faktor pendorong yang diperoleh melalui literature review pada jurnal yang membahas mengenai faktor pendorong reverse logistics, diantaranya yaitu faktor lingkungan, faktor ekonomi, faktor regulasi, faktor tanggung jawab sosial, dan faktor komitmen manajemen. Purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel dengan jumlah responden yang diperoleh sebanyak 150 perusahaan/bisnis jasa makanan di Kabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor komitmen manajemen memiliki pengaruh sebesar 0,438, faktor regulasi memiliki pengaruh sebesar = 0,267 dan faktor ekonomi memiliki pengaruh sebesar = 0,236. Ketiga faktor tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat sebagai fasilitas pengumpulan minyak goreng bekas. Faktor pendorong yang mampu menjelaskan niat sebagai fasilitas pengumpulan minyak goreng bekas sebesar 28,6%, sisanya 71,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Oleh karena itu, disarankan dari segi faktor komitmen manajemen ialah perlunya menyediakan sumber daya yang memadai, faktor regulasi berupa perlunya kebijakan dari pemerintah dan faktor ekonomi berupa keuntungan ekonomi. Ketiga faktor tersebut dapat mendorong niat perusahaan/ bisnis jasa makanan menjadi fasilitas pengumpulan minyak goreng bekas serta menerapkan kegiatan reverse logistics dalam pengolahan limbah minyak goreng bekas. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan