DETAIL DOCUMENT
Implementasi metode tasmi’ pada pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Darul Qur’an Imam Asy Syafi’i Kulon Progo tahun pelajaran 2023/2024
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Anshori, Aries Anang
Subject
LA History of education 
Datestamp
2024-07-19 06:09:47 
Abstract :
Tahfidz Al-Qur?an merupakan suatu amalan yang sangat mulia dan sangat dicintai oleh Allah, karena begitu besarnya pahala yang dijanjikan oleh-Nya. Namun menghafal Al-Quran butuh perjuangan dan kesabaran, banyak sekali rintangan dan hambatan yang dialami seseorang ketika menghafalkan Al-Qur?an, sehingga dibutuhkan sebuah metode dalam menghafal Al-Qur?an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaiamana implementasi metode tasmi? pada pembelajaran tahfidz Al-Qur?an di Pondok Pesantren Darul Qur?an Imam Asy Syafi?i Kulon Progo pada tahun pelajaran 2023/2024 serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research atau penelitian lapangan, penelitian lapangan ini mengadakan penelitian secara langsung tentang suatu fakta yang terjadi. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Tekhnik pengumpulan data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan tekhnik uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi tekhnik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode tasmi? pada pembelajaran tahfidz Al-Qur?an di Pondok Pesantren Darul Qur?an Imam Asy Syafi?i Kulon Progo terbagi menjadi tiga yaitu pertama, tasmi? pekanan oleh masing-masing santri sebanyak setengah juz yang berfungsi untuk mengevaluasi kelancaran muroja?ah hafalan santri, kedua, tasmi? kenaikan juz setiap selesai menghafal satu juz yang berfungsi menguji kelayakan santri untuk melanjutkan hafalan di juz berikutnya, dan ketiga, tasmi? kenaikan tingkat setiap kelipatan lima juz yang berfungsi untuk meguji kekuatan hafalan santri dan memudahkan ketika tasmi? 30 juz sekali majelis. Adapun faktor pendukungnya yaitu hadirnya para Ustadz/Ustadzah yang mumpuni, waktu yang maksimal dalam pembelajaran tahfidz, tilawah berjamaah, kerja sama yang baik antara orang tua dengan pondok, kesungguhan para pengampu dalam mendampingi santri, dan motivasi atau nasehat serta do?a dari orang tua dan guru. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu sekolah santri yang masih di luar pondok pesantren, rasa malas dan kantuk yang tidak bisa dilawan, teman yang kurang mendukung, dan kurangnya kerjasama antara orang tua dengan pondok pesantren. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan