Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan berpikir kritis dan keaktifan peserta didik di SD Negeri Tlacap yang masih rendah. Hal ini dikarenakan guru belum menggunakan model pembelajaran yang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik dan keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis merupakan sesuatu hal penting yang harus dimiliki peserta didik untuk dapat memecahkan suatu permasalahan dalam sebuah pembelajaran. Sedangkan keaktifan peserta didik merupakan perilaku dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Maka dari itu salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan peserta didik yaitu melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dan keaktifan peserta didik menggunakan model Problem Based Learning (PBL) peserta didik kelas IV SD Negeri Tlacap.
Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Negeri Tlacap, sedangkan objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dan keaktifan peserta didik. Teknik penelitian pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis data kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan peserta didik kelas IV SD Negeri Tlacap. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis pada siklus I sebesar 64,26% dengan kriteria sedang dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 80,76% dengan kriteria tinggi. Hasil observasi keaktifan peserta didik menunjukkan adanya peningkatan yaitu dari siklus I persentase keaktifan peserta didik sebesar 58,4% meningkat pada siklus II yaitu mencapai 83,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dikatakan berhasil karena telah mencapai kriteria ketuntasan yang telah ditentukan yaitu ? 75%.