Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar matematika materi pecahan siswa kelas IV di SD Negeri Brengosan 1. Peserta didik kelas VI di SDN Brengosan 1 Yogyakarta menghadapi kesulitan dalam belajar matematika karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti disfungsi neurologis, motivasi, dan kemampuan intelektual dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami konsep matematika. Sementara itu, faktor eksternal seperti strategi pembelajaran yang tidak efektif dan kurangnya dukungan motivasi juga dapat menjadi hambatan. Kurangnya pemahaman tentang konsep-konsep matematika, seperti simbol matematika dan perhitungan dasar.
Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis dengan teknik interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian ini adalah bahwa kesulitan belajar matematika pada materi pecahan bagi siswa kelas IV di SD Negeri Brengosan 1 dapat dikategorikan cukup tinggi. Hal ini terbukti dari hasil uji coba yang menunjukkan nilai rata-rata sebesar 34, serta dikonfirmasi melalui Penilaian Acuan Norma (PAN). Kendala-kendala yang dihadapi siswa terutama berkaitan dengan operasional gam dan soal cerita dalam konteks pecahan. Namun demikian, terdapat upaya dari guru matematika untuk terus memotivasi dan mengembangkan potensi belajar peserta didik. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika untuk mendukung perkembangan siswa di masa mendatang.