DETAIL DOCUMENT
Pemanfaatan ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai penghambat bakteri (Staphylococcus epidermidis) pada jerawat sebagai alternatif bahan ajar (handout) Biologi SMA kelas X materi bakteri
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Reflika, Ferli
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-07-31 02:26:19 
Abstract :
Belimbing wuluh yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional dapat berfungsi sebagai anti mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol belimbing wuluh terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi jerawat. Hasil penelitian dianalisis potensinya untuk dikembangkan sebagai bahan ajar (handout) SMA kelas X dalam bentuk handout. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Ahmad Dahlan. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan ekstrak etanol 80% dari belimbing wuluh basah dan kering secara terpisah dengan metode maserasi. Filtrat dari ekstrak etanol belimbing wuluh basah dan kering kemudian dibuat konsentrasi (50%, 25%, 12,5%, 6,25%,3,125%, 1,563%) sebagai sampel untuk dilakukan pengujian antibiotik dengan metoda dilusi cair untuk mengamati MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Hasil penelitian dikembangkan menjadi bahan ajar dalam bentuk handout. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ekstrak belimbing wuluh dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 50%, 25%, dan 6,25%. Konsentrasi 50% memiliki daya hambat yang paling tinggi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, Hasil dari penelitian ini dapat dikembangkan menjadi bahan ajar (handout) Biologi Kelas X SMA. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan