Abstract :
Pemerintah daerah harus mengoptimalkan pendapatan asli daerah dengan memaksimalkan kemampuan yang ada tanpa melanggar ketentuan. PAD sebagai penerima daerah, mengambarkan tingkat kemandirian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PDRB,belanja daerah,jumlah wisatawan dan jumlah objek wisata terhadap pendapatan asli daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016 -2022. Data yang digunakan ini adalah data sekunder yang bersumber dari Bappeda. Data yang digunakan dalam riset ini adalah PDRB,belanja daerah,jumlah wisatawan dan jumlah objek wisata tahun 2016 -2022. Adapun alat analisis data menggunakan Regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDRB tidak berpengaruh, Belanja daerah berpengaruh, Jumlah wisatawan tidak berpengaruh dan Jumlah objek wisata tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah.