Abstract :
Penelitian ini mendeksripsikan dinamika komunikasi lintas budaya antara mahasiswa asal Bima dan Yogyakarta di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perbedaan budaya
antara kedua kelompok mahasiswa tersebut memengaruhi interaksi dan komunikasi mereka dalam konteks akademik dan sosial.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun objek penelitian ialah mahasiswa aktif asal Bima dan Yogyakarta di Universitas Ahmad
Dahlan. Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui tringulasi antara wawancara
mendalam, studi dokumentasi, dan observasi alami. Adapun data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Sedangkan tekhnik analisis data menggunakan metode studi kasus untuk mengidentifikasi perbedaan, hambatan dan ketertarikan komunikasi lintas budaya diantara mahasiswa Bima dan Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan teori sosiokultural oleh Lev Vygotsky dan Mikhail Bakhtin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan budaya antara mahasiswa Bima dan Yogyakarta memengaruhi cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi di UAD. Faktor seperti bahasa, nilai-nilai budaya, norma-norma sosial, dan
stereotip memainkan peran penting dalam dinamika komunikasi mereka. Meskipun terdapat tantangan dalam memahami dan mengatasi perbedaan budaya, mahasiswa Bima dan Yogyakarta menunjukkan kemauan untuk belajar satu sama lain dan memperluas pemahaman mereka tentang budaya masing-masing.