DETAIL DOCUMENT
Perjuangan perempuan dalam cerita rakyat Buton -Wakatobi dan kesesuaianya dengan pembelajaran sastra perspektif gender
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Prihatiningsih, Ratna
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-06-24 01:15:50 
Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perempuan yang hingga saat ini masih mengalami ketidakadilan, mengalami kekerasan, termarjinalisasi, dan tidak diberi kebebasann dalam menentukan pilihan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk perjuangan perempuan yang ada dalam cerita rakyat Buton-Wakatobi, dan (2) Mendeskripsikan Kesesuaian Cerita Rakyat Buton-Wakatobi dengan pembelajaran sastra perspektif Gender Subjek penelitian ini adalah Cerita Rakyat yang terdiri dari 8 cerita. Cerita Rakyat Buton yang diterbitkan oleh Pusat pembinaan dan pengebangan Bahasa Departemen dan Kebudayaan, Jakarta, tahun 1998. Pada Cerita Rakyat Wakatobi diterbitkan oleh Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, tahun 2017. Objek penelitian ini adalah Perjuangan perempuan dalam cerita Rakyat dan kesesuaiannya dalam pembelajaran sastra perspektif Gender. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berpusat pada deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan metode simak teknik lanjutan baca dan catat kemudian teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kartu data. Teknik pengecekan keabsahan data dalam penelitian yaitu triangulasi yang meliputi triangulasi peneliti, teori, metode, sumber data. Sementara itu, teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu (1) Perjuangan perempuan dalam cerita rakyat Buton-Wakatobi terdapat bentuk perjuangan di bidang politik, sosial dan pendidikan. (a) Dalam bidang politik, perempuan menolak dirinya dan anak perempuan dijadikan alat politik dan simbol kekuasaan laki-laki. Cerita Rakyat yang mengandung bidang politik ditemukan (10 data) pada cerita rakyat ?Mengapa air enau dikuasai orang??,?Wambine dali dengan wakakuni ngkea ngkea??,?Wa odhe iriwondhu?? dan cerita rakyat ?Te fa odhe lumangke, (b) Dalam bidang sosial,perempuan menolak dirinya mendapatkan kekerasan fisik dan dipisahkan dari anak, mereka berjuang menyelamatkan diri dan mempertahankan anaknya. Pada bidang sosial ditemukan (24 data) pada cerita rakyat ?Wandiu ndiu??,?Gunung Sambokoka Kalidupa?,?Gua Lasikori??,?Wandiu-ndiu??, dan (c) dalam bidang pendidikan perempuan berjuang agar mendapatkan kesempatan belajar. Pada bidang pendidikan (3 data) pada cerita rakyat ?Tefa Odhe Lumangke Peesa?. Dalam Cerita rakyat Buton-Wakatobi lebih menonjol pada bidang sosial, karena mengambarkan konflik sosial kehidupan yang terjadi pada masyarakat Buton-Wakatobi. (2) Kelayakan cerita rakyat Buton-Wakatobi sebagai pembelajaran sastra perspektif gender memenuhi tiga aspek kriteria pengajaran sastra yaitu aspek bahasa, aspek psikologi dan aspek latar belakang budaya. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan