Abstract :
Antibiotika adalah bahan kimiai yangidapati menghentikan atau membunuh mikroorganisme. Data WHO (2021) menunjukkan bahwa resistensi antibiotika dapat menyebabkan kematian 700.000 orang setiap tahun, diperkirakani padai tahun 2050 akan meningkat menjadi 350 juta. ketidakpatuhan minum obat menjadi faktor utama terjadinya kasus resistensi antimikroba. Penelitiani ini bertujuani untuk mengetahuii tingkatan komponen yangi mempengaruhi kepatuhani penggunaan obat antibiotikai padai pasieni rawati jalan di Puskesmas Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode yang digunakan adalah observasi deskriptif dengan pendekatan Prospektif dengan alat ukur kuisioner. Subjek penilitian ini adalah pasien rawati jalan di Puskesmas Gamping Sleman Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi
sebanyak 75 pasien dan berdasarkan metode quota sampling rekrutment pasien berlangsung selama 25 hari di bulan Februari-Maret 2024 dan 3 pasien direkrut per hari. Pengumpulani datai dalami penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk skor.
Diperoleh skor hasil penelitian komponen adalah dukungan keluarga (329), efek samping obat (ESO) (227), biaya pengobatan/asuransi (207), peran petugas kesehatan (306), keyakinan (311), tingkat pengetahuan efek terapi (326), pemberian informasi obat (324), motivasi berobat (293), keterjangkauan pelayanan kesehatan (226), status kesibukan kerja (258), dukungan sosial (145). Komponen kategori sangat berpengaruh adalah dukungan keluarga. Berpengaruh adalah tingkat pengetahuan efek terapi, pemberian informasi obat, dan keyakinan. Cukup berpengaruh adalah peran petugas kesehatan, motivasi berobat, dan status kesibukan kerja. Tidak berpengaruh adalah efek samping obat (ESO), keterjangkauan pelayanan kesehatan, dan biaya pengobatan/asuransi. Dan sangat tidak berpengaruh adalah dukungan sosial.
Kesimpulan dari penelitian yaitu komponen yang sangat berpengaruh adalah dukungan keluarga dan komponen yang sangat tidak berpengaruh adalah dukungan sosial.