Abstract :
Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif dengan gejala penurunan aktivitas motorik akibat gangguan pada sistem nigrostriatal dopaminergik. Prevalensinya mencapai 8,5 juta orang hingga 2019. Terapi dengan obat dopaminergik dapat menimbulkan komplikasi, sehingga asam sinamat digunakan sebagai agen pengobatan dengan upaya meningkatkan efektivitas neuroprotektif melalui penambahan gugus piperazin dan substitusi gugus lainnya. Oleh karena itu, penemuan dan pengembangan senyawa asam sinamat sebagai inhibitor MAO-B dilakukan menggunakan in silico.
Penelitian ini adalah non-eksperimental dan dilakukan secara in silico. Tahapannya meliputi evaluasi aturan Lipinski, preparasi protein dan ligan, validasi metode, uji docking molekuler, dan prediksi ADMET. Hasil docking dievaluasi melalui file dock.dlg menggunakan program Notepad ++, dengan memperhatikan nilai ?G.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima senyawa turunan piperazin asam sinamat memenuhi persyaratan Lipinski. Asam sinamat 1 memiliki ?G -10,47 kkal/mol dan Ki 21,25 nM. Asam sinamat 4 menunjukkan interaksi hidrogen pada residu ILE198 dan interaksi hidrofobik melalui ikatan Pi-Alkyl pada beberapa residu. Asam sinamat 3 memiliki kelarutan yang baik. Uji Pre-ADMET menunjukkan potensi asam sinamat 4 sebagai obat SSP. Asam sinamat 2 bersifat hepatotoksik dan asam sinamat 5 bersifat mutagenik dan karsinogenik.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelima senyawa turunan asam sinamat berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan oral. Asam sinamat 1 menunjukkan nilai ?G dan Ki yang paling baik terhadap reseptor MAO-B. Asam sinamat 4 memiliki model interaksi yang mirip dengan selegilin. Hasil Pre-ADMET menunjukkan bahwa asam sinamat 4 berpotensi sebagai obat SSP. Asam sinamat 2 bersifat hepatotoksik, dan asam sinamat 5 bersifat mutagenik dan karsinogenik.