Abstract :
Kabupaten Simalungun Kabupaten ini memiliki 32 kecamatan dengan luas 438.660 ha atau 6, 12 persen dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten ini berada di kota Pematang Siantar, Medan Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki begitu banyak penduduk dan beragam desa. Dengan begitu banyak tempat banyak juga hal yang melanda desa salah satunya adalah bencana alam. Banjir, kebakaran, tanah longsor, dan gempa adalah bencana alam yang sering terjadi di Daerah Kabupaten Simalungun. Bencana yang paling sering terjadi yaitu banjir yang terjadi pada beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Simalungun. Dengan terjadinya bencana alam membuat begitu banyak korban jiwa dan kerusakan yang ada. Kericuhan yang terjadi ketika bencana alam membuat upaya evakuasi dadakan melalui jalur evakuasi. Dari permasalahan tersebut timbul ide untuk pembuatan sistem informasi geografis yang dimana dapat melihat lokasi-lokasi yang rawan akan bencana dan rute lokasi titik pengguna dengan lokasi bencana.
Tahapan yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti alur metode Waterfall, yang dimulai dari tahap pengumpulan data dengan melakukan studi kasus dan wawancara, kemudian data yang diperoleh dilakukan analisis dan perancangan, kemudian dilakukan implementasi program dan berakhir di pengujian.
Penelitian ini menghasilkan sistem informasi geografis berbasis website yang menyajikan sistem informasi dalam bentuk grafik dengan menampilkan pemetaan daerah yang rawan terkena bencana alam yang akan memudahkan para pengguna untuk mengetahui terkait bencana alam dan jalur-jalur aman yang jarang terkena bencana alam yang dapat dilalui oleh masyarakat di Kabupaten Simalungun.