DETAIL DOCUMENT
Internalisasi nilai-nilai karakter mandiri di masa Covid-19 ( studi kasus di SMP Negeri 2 Mesuji)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Evitasari, Weni
Subject
LA History of education 
Datestamp
2024-07-20 04:37:46 
Abstract :
Pandemi covid-19 berdampak pada lembaga pendidikan di Indonesia, yaitu dengan adanya kebijakan pembelajaran secara daring. Hal ini menyebabkan siswa dituntut untuk belajar mandiri, karena siswa tidak dapat melaksanakan pembelajaran langsung di kelas. Selain itu, kurangnya siswa memiliki rasa tanggung jawab sehingga tidak sedikit siswa yang tidak tertib dalam pembelajaran dan pengumpulan tugas yang diberikan oleh guru. Tujuan penelian ini untuk mengetahui proses internalisasi nilai karakter mandiri saat pandemi di SMP Negeri 2 Mesuji dan apa yang menjadi penghambat serta solusi dari penghambat tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis datanya memakai model miles dan huberman yakni reduksi data, display data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan : (a) Internalisasi nilai-nilai karakter mandiri berjalan namun tidak terpenuhi seutuhnya. Serta dijalankan melalui kegiatan pembelajaran sehari hari yaitu pembiasaan, keteladanan, pemberian nasehat yang mengarah kepada kemandirian. Meliputi kegiatan guru memberi gambaran orang yang memiliki karakter mandiri dan disampaikan berulang-ulang, guru memberitahu siswa bahwa penting atau tidak memiliki karakter mandiri setelah itu siswa memberikan respon dan mengamalkannya dan guru ikut memoraktekkan apa yang telah disampaikan. Kemandirian ini bertujuan memberikan dampak positif bagi siswa sehingga terbentuklah dalam tingkah laku dan pola fikir. Di SMP 2 Mesuji ini anak dilibatkan langsung dalam hal-hal kemandirian. (b) Kendala dalam penginternalisasian nilai karakter mandiri pada masa covid-19 di SMP Negeri 2 Mesuji diantaranya: Tidak bertemu tatap muka dan siswa tidak memperhatikan grup pembelajaran, sedangkan bagian kunci dari mandiri meliputi kesadaran akan situasi atau kondisi yang dihadapi serta tidak memiliki Handphone, Solusi dari hambatan tersebut yakni: Guru berupaya semaksimal mungkin serta memberikan motivasi, motivasi memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemandirian siswa, dengan adanya motivasi yang selalu diberikan oleh guru secara tidak langsung semangat itu akan muncul maupun meningkat sehingga akan tumbuh semangat belajar siswa, home visit untuk siswa yang memiliki kendala dan pendampingan lebih. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan