Abstract :
Salah satu aktivitas yang dilakukan para nelayan adalah aktivitas pemindahan ikan aktivitas pemindahan ikan di Pantai Sadeng terdapat beberapa masalah seperti Iaut yang surut membuat jarak dari kapal ke tepi pelabuhan menjadi lebih tinggi, permukaan kapal yang licin, ombak laut yang membuat kapal bergoyang, proses pemindahan tangkapan ikan secara manual juga rentan terhadap cedera dan kecelakaan bagi nelayan. Dari wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap 50 Nelayan, terdapat banyak keluhan yang dialami oleh para nelayan seperti gangguan otot pada pinggang, lengan atas, punggung dan keluhan otot lainnya. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah alat yang mempermudah dan mengurangi resiko terkena cedera dan keluhan otot. Dalam perancangan alat yang akan dibuat dengan mempertimbangkan metode QFD (Quality Function Deployment) dan Antropometri. Dimana metode QFD digunakan sebagai dasar pertimbangan pembuatan alat dan antropometri sebagai dasar pembuatan alat yang sesuai dengan penggunanya. Kemudian untuk perbaikan dari hasil alat yang desain dilakukan simulasi dengan software CATIA.
Dari hasil alat yang di dapatkan berupa alat yang memiliki katrol sebagai penarik hasil tangkapan dan jalur keranjang agar hasil tangkapan tidak jatuh dan dapat menjangkau ke bawah ketika air laut sedang surut. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan didapatkan nilai analisis RULA sebelum perbaikan sebesar 7 yang menunjukkan resiko yang tinggi, dan nilai analisis setelah perbaikan sebesar 4 yang menunjukkan resiko yang rendah. Hal tersebut terjadi karena adanya penurunan nilai analisis RULA pada bagian lengan dan pundak dan sedikit di badan, namun juga terjadi kenaikan analisis di bagian pergelangan tangan.