Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat baca siswa terhadap buku ataupun novel, sehingga penulis tertarik menggunakan aplikasi Webtoon yang lebih menarik dan tentunya berbasis digital, dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA sebagai pengganti teks novel. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tipe kepribadian tokoh utama dalam komik House Daddy karya HAAI dan (2) mendeskripsikan kesesuaian komik House Daddy karya HAAI dengan bahan ajar sastra di SMA. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kepribadian tokoh dari Carl Jung dan teori pengajaran sastra B. Rahmanto.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berpusat pada deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Subjek penelitian ini yaitu Webtoon. Objek material dalam penelitian ini adalah komik House Daddy karya HAAI dalam aplikasi Webtoon. Objek formal dalam penelitian ini adalah tipe kepribadian tokoh utama dalam komik House Daddy karya HAAI dan kesesuainnya dengan bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan metode deskripstif dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dengan cara mengelompokkan data kedalam beberapa unsur.
Hasil penelitian ini yaitu (1) tipe kepribadian extrovert dan introvert dalam komik House Daddy karya HAAI ditemukan extrovert thinking 8 data, extrovert feeling 5 data, extrovert sensation 4 data, extrovert intuition 4 data. Sedangkan tipe kepribadian introvert dalam komik House Daddy karya HAAI ditemukan introvert thinking 2 data, introvert feeling 4 data, introvert sensation 3 data, introvert intuition 3 data. Tipe kepribadian extrovert thinking merupakan tipe kepribadian yang paling dominan pada tokoh utama karena Javid adalah orang yang secara sadar sering berinteraksi dengan orang lain dan dirinya selalu berpikir, merasakan, dan bertindak, dengan mengedepankan fakta dan data yang objektif. (2) komik House Daddy karya HAAI belum memenuhi kriteria dalam memenuhi aspek Bahasa, tetapi sudah memenuhi kriteria dalam aspek psikologi, dan aspek latar belakang kebudayaan sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XII dalam menganalisis isi dan kebahasaan novel.