Abstract :
Cutlery holder adalah wadah alat makan yang umum, penelitian ini melakukan survei pendahuluan dari sekitar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) karena banyak khalayak ramai yang membuka usaha rumah makan disekitar universitas, hasil survei didapatkan desainnya kemampuan penutupan yang sulit, berkurangnya nafsu makan dan sering kali membuat pengguna meninggalkan cutlery holder terbuka. Sehingga, diperlukan perbaikan desain cutlery holder guna memenuhi kebutuhan pengguna serta menyesuaikan dengan perubahan preferensi dalam penggunaannya.
Penelitian ini melibatkan 367 responden yang berada disekitar UAD yang pernah menggunakan cutlery holder, dengan menerapkan metode Kansei Engineering dan Quality Function Deployment (QFD). Metode Kansei digunakan untuk menginterpretasikan aspek emosional terkait desain cutlery holder, yang kemudian diintegrasikan dengan metode QFD untuk mengubah kebutuhan pelanggan menjadi solusi teknis. Desain penelitian ini adalah komparasi uji beda rerata kondisi awal dan akhir dengan hasil kuisioner semantic differential yang diuji dengan uji Paired T-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik (P-value < 0,05) dalam preferensi pengguna terhadap penggunaan cutlery holder. Sebelumnya, pengguna merasa kesulitan menutup dan merasa tidak nyaman, namun dengan penggunaan cutlery holder baru yang memiliki desain persegi panjang yang elegan dan menarik, serta terbuat dari bahan PLA (Polylactic Acid), pengguna kini merasa lebih mudah menutup dan nyaman. PLA adalah bahan ringan yang terbuat dari fermentasi pati jagung, singkong, tebu, atau bubur bit, sehingga aman digunakan sebagai wadah penyimpanan alat makan yang higienis.