Abstract :
Latar Belakang: Data WHO menunjukkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) menyebabkan
60% penyebab kematian semua umur di seluruh dunia. Kepatuhan minum obat merupakan
prioritas awal yang perlu dinilai untuk mencapai target terapi pada pasien diabetes
melitus. Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik yang
ditandai dengan adanya hiperglikemia karena kelainan pada sekresi insulin. Indonesia bahkan
satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam 10 besar negara dengan jumlah
kasus DM tertinggi yakni sebanyak 19,4 juta. Hasil riskesdas 2018 menunjukkan bahwa
prevalensi DM umur >15 tahun di Indonesia sebesar 2,0%. Hasil studi pendahuluan yang telah
dilakukan di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta menunjukkan bahwa terdapat angka kejadian
DM sebesar 1.716 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan,
sikap, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat DM. Metode: penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel
dilakukan dengan teknik accidental sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 100
orang. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi responden dengan
kepatuhan minum obat yang tidak patuh sebesar 61%, pengetahuan kurang baik sebesar 59%,
sikap negatif sebesar 55%, dan dukungan keluarga kurang mendukung sebesar 57%. Hasil
analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (0,000 < 0,05), sikap
(0,000 < 0,05), dan dukungan keluarga (0,000 < 0,05) dengan kepatuhan minum obat.
Kesimpulan: Ada hubungan secara statistik antara pengetahuan, sikap, dan dukungan
keluarga dengan kepatuhan minum obat DM di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta