Abstract :
Acrylamide merupakan bahan intermediate yang sebagian besar digunakan untuk pembuatan polyacrylamide. Produk Acrylamide sebagai floculant dalam pengolahan limbah cair, pembuatan kertas, oil recovery, dan pengolahan biji besi. Pabrik Acrylamide dirancang dengan kapasitas 15.000 ton/tahun dengan menggunakan bahan baku Acrylonitrile yang diperoleh dari Formosa Plastics, Mailiao, Taiwan dan air yang diperoleh dari Sungai Ciujung, Cilegon, Banten. Proses pembuatan Acrylamide menggunakan katalis Raney Copper yang diperoleh dari Zhejiang Bainianyin Industry & Trade Co., Ltd. dari China. Lokasi Pabrik didirikan di kawasan industri Cilegon, Banten dikarenakan lokasi dekat dengan pelabuhan untuk meminimalisir biaya transportasi.
Proses produksi acrylamide menggunakan metode hidrolisis katalik, dimana reaksi pembentukan acrylamide dari acrylonitrile dan air menggunakan Reaktor Alir Tangki Berpengaduk yang beroperasi secara non isothermal non adiabatic pada suhu 85ºC dan tekanan 2 atm dengan katalis Raney cooper. Reaksi yang terjadi di dalam reaktor secara eksotermis dan irreversible. Proses produksi terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap persiapan bahan baku, tahap reaksi, dan tahap pemisahan. Untuk mendukung proses produksi acrylamide,dibutuhkan steam pemanas dan air yang disediakan dari unitutilitas. Air yang diperlukan untuk pabrik sebesar 141643.2949 kg/jam kg/jam, pabrik ini membutukan listrik sebesar 70,5133 kW yang disuplai oleh PLN dan generator sebagai cadangan.
Berdasarkan tinjauan kondisi operasi, sifat bahan baku dan produk, maka pabrik acrylamide dengan kapasitas 15.000 ton/tahun termasuk pabrik beresiko tinggi. Berdasarkan hasil analisis ekonomi dari prarancangan pabrik acrylamide diperoleh persentase Return on Investment (ROI) sebelum pajak 46,79%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 1,84 tahun, Discounted Cash Flow Rate (DCFR) 47,84%, Break Event Point (BEP) 44,87%, sedangkan Shut Down Point (SDP) 32,73%.Analisis tersebut menunjukkan hasil yang baik sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini menarik untuk dikaji lebih lanjut