DETAIL DOCUMENT
Analisis usulan perbaikan metode kerja dengan pendekatan Micromotion Study dan 5S untuk meningkatkan produktivitas kerja (studi kasus: UKM Subandi Collection)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Arviati, Annisa Ramadhani
Subject
AS Academies and learned societies (General) 
Datestamp
2024-09-30 05:04:11 
Abstract :
Subandi Collection merupakan UKM pengrajin sandal dimana proses produksi yang dilakukan masih menggunakan cara manual. Berdasarkan hasil observasi UKM belum memiliki stasiun kerja yang tetap sehingga ritme gerakan kerja menjadi tidak stabil. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya perbedaan produktivitas setiap harinya. Operator juga seringkali melakukan aktivitas yang tidak efektif karena tidak adanya standar gerakan kerja yang dapat mengakibatkan gerakan tangan tidak seimbang. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk memberikan usulan perbaikan metode kerja. Penelitian ini menggunakan metode micromotion study. Metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melakukan perhitungan waktu baku berdasarkan gerakan kerja yang dilakukan operator. Analisa gerakan tangan dilakukan dengan membuat peta tangan kiri dan tangan kanan. Perancangan layout di stasiun kerja didasarkan pada aturan dimensi standar area kerja pada bidang horizontal. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan waktu baku proses pembuatan sandal hermes sebesar 250,23 detik/unit dengan ouput standar yang dihasilkan dalam waktu 1 jam adalah 14 unit/jam. Perbaikan metode kerja dilakukan dengan memperbaiki layout kerja dan menyeimbangkan gerakan kerja dengan merancang gerakan kedua tangan. Gerakan tangan meletakkan dan mengambil peralatan atau barang yang sebelumnya hanya menggunakan 1 tangan, diperbaiki dengan menggunakan dua tangan secara bersamaan dalam satu kali gerakan sehingga tidak terjadinya waktu menganggur pada salah satu tangan. Dengan demikian rekomendasi perbaikan menghasilkan gerakan dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan gerakan kerja aktual, seperti yang terjadi pada stasiun kerja penjahitan berkurang sebanyak 4 gerakan, pelubangan alas berkurang 5 gerakan. Perakitan selop berkurang 5 gerakan, pengeleman alas bagian bawah berkurang 9 gerakan, perakitan sandal berkurang 4 gerakan, dan pengepressan berkurang 1 gerakan, Sedangkan pada stasiun kerja pemolaan, pemotongan dan pengeleman alas bagian atas memiliki jumlah gerakan yang sama tetapi produktivitas gerakan kedua tangan menjadi seimbang. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan