Abstract :
Latar Belakang: Topografi Desa Kelurahan Baru merupakan depression area (lingkungan air dan sebagian besar adalah rawa) termasuk wilayah rawan banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Masa Pandemi COVID-19 Oleh Pemerintah Desa Kelurahan Baru. Metode: Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan desain kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus atau case study. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer berupa wawancara dan observasi dan data sekunder berupa telaah dokumen. Pengujian keabsahan data yaitu dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil: Pengetahuan Pemerintah Desa Kelurahan Baru menunjukan tingkat yang memadai meskipun masih diperlukannya peningkatan sosialisasi guna pencegahan dan penanganan banjir dimasa pandemi. Kebijakan dan panduan Pemerintah Desa Keluharan Baru telah menunjukan upaya penangulangan dengan menetapkan BPBD sebagai pelaksana namun, dalam konteks pandemi COVID-19. Rencana kesiapsiagaan, Pemerintah Desa Kelurahan Baru telah memiliki rencana kesiapsiagaan terkait bencana banjir selama Pandemi COVID-19, namun masih perlu dilakukan peningkatan dalam implementasinya. Peringatan dini bencana yang ada di Kelurahan Baru masih dalam proses pengajuan di BNPB, namun agar masyarakat lebih siap dan dapat mengambil tindakan. Mobilisasi Sumber Daya Pemerintah Desa Baru, telah dilakukan dengan cukup baik, baik dari segi sarana prasarana maupun sumber daya manusia dalam menghadapi bencana banjir. Kesimpulan: Kesiapsiagaan bencana banjir di Kelurahan Baru dikatakan masih belum maksimal dikarenakan masih tedapat beberapa aspek yang kurang atau belum terpenuhi.