Abstract :
Latar belakang: Keluhan nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan dunia yang sangat umum, yang menyebabkan pembatasan aktivitas dan juga ketidakhadiran kerja. Berdasarkan hasil Riset Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tahun 2020, untuk penyakit tulang, sendi, otot dan jaringan pengikat data prevalensi sebesar 45,7% penyakit tulang dan sendi adalah Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggang bawah. Hasil studi pendahuluan di CV Racak Yogyakarta yaitu beberapa orang karyawan mengalami keluhan nyeri punggung bawah karena postur kerja yang membungkuk, kepala terus menunduk dengan gerakan kerja secara berulang-ulang sehingga menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan pegal pada punggung bagian bawah. Karyawan CV Racak mayoritas laki-laki sehingga banyak yang memiliki kebiasaan merokok. Berdasarkan hasil studi pendahuluan tersebut peneliti tertarik untuk menganalisis hubungan antara postur kerja, masa kerja, dan kebiasaan merokok dengan keluhan nyeri punggung bawah pada karyawan bagian produksi di CV Racak Furniture & Handicraft Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 145 karyawan dan sampel pada penelitian ini sebanyak 65 karyawan dengan menggunakan teknik sampling Simple Random Sample. Instrumen penelitian ini menggunakan form Nordic body map (NBM), form rappid entire body assessment (REBA), kuesioner masa kerja dan kebiasaan merokok. Data univariat dan bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada hubungan postur kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah, dengan nilai p value 0,000 dan tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah dengan nilai p value 0,062 dan tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan keluhan nyeri punggung bawah pada karyawan bagian produksi di CV Racak furniture & handicraft Yogyakarta dengan nilai p value 0,332. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah, tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan kebiasaan merokok dengan keluhan nyeri punggung bawah.