DETAIL DOCUMENT
Studi profil penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan antibiotika pada pasien TB paru komorbid pneumonia
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Fadhilah, Nur
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-10-01 01:31:16 
Abstract :
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sedangkan pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada parenkim paru, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil obat dan gambaran reaksi yang tidak dikehendaki dari penggunaan obat pada pasien TB paru komorbid pneumonia. Metode penelitian yang dipakai yaitu observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medis RS Panti Rapih Yogyakarta. Sample pada penelitian ini ialah pasien TB paru komorbid pneumonia di RS Panti Rapih Yogyakarta tahun 2018-2023. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan analisis univariat kemudian disajikan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian yang didapatkan berjumlah sebanyak 73 pasien, dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 41 pasien dan perempuan sebanyak 32 pasien. Distribusi usia menunjukkan pasien umur 5-14 tahun dan 15-19 tahun masing-masing berjumlah 2 pasien, pada umur 20-24 berjumlah 6 pasien, 25-49 tahun berjumlah 18 pasien dan ? 50 tahun berjumlah 45 pasien. Profil penggunaan obat anti tuberkulosis yang digunakan yaitu OAT 4FDC berjumlah 63 pasien, dan OAT 2FDC berjumlah 10 pasien. Sedangkan penggunaan antibiotik sebagai komorbid pneumonia yang digunakan adalah antibiotik tunggal yaitu ceftriaxone, cefotaxime, levofloxacin, cefixime dan amoxiclav. Adapun juga antibiotik kombinasi yang digunakan adalah ceftriaxone + Azitromicin, ceftriaxone + levofloxacin, dan ceftriaxone + ciprofloxacin + cotrimoxazole. Dua Kejadian reaksi yang tidak dikehendaki terbanyak akibat penggunaan OAT dan antibiotik adalah pusing berjumlah 8 pasien, dan mual berjumlah 7 pasien. Profil penggunaan OAT yang paling banyak digunakan yaitu OAT 4FDC lini pertama kategori 1 sebagai pengobatan fase intensif sedangkan penggunaan antibiotik untuk komorbid pneumonia yang paling banyak digunakan adalah antibiotik tunggal yaitu ceftriaxone. Dua kejadian reaksi obat yang tidak dikehendaki terbanyak akibat penggunaan obat adalah pusing dan mual. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan