DETAIL DOCUMENT
Aktivitas antibakteri dan Profil Bioautografi produk herbal antidiabetes “Yuniari” variasi formula 1 dan 2 terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Marita Sari, Mayang
Subject
QR Microbiology 
Datestamp
2024-10-07 06:23:04 
Abstract :
Diabetes adalah penyakit kronis yang menyebabkan komplikasi seperti neuropati perifer dan ulkus kaki diabetik, yang diperparah oleh infeksi bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Karena resistensi antibiotik semakin meningkat, pengembangan terapi alternatif, termasuk penggunaan tumbuhan herbal dalam hal ini yakni sambiloto, daun insulin, temulawak dan kayu manis dimana ekstrak tanaman ini terkandung dalam produk herbal antidiabetes Yuniari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri herbal antidiabetes Yuniari terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dan non eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Metode penelitian meliputi proses preparasi ekstrak, uji aktivitas antibakteri dengan metode disc diffusion, dan analisis senyawa aktif dengan KLT-Bioautografi. Sampel yang digunakan yaitu ekstrak herbal antidiabetes Yuniari dengan variasi formula 1 sambiloto dinaikkan dan variasi formula 2 daun insulin dinaikkan menjadi dua kali lipatnya, serta kontrol negatif DMSO 10% dan kontrol positif antibiotik kloramfenikol dan vankomisin. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukan bahwa variasi formula 1 dan formula 2 memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri S. aureus dengan konsentrasi 10, 20 dan 40 mg/mL, rata-rata zona hambat yang terbentuk pada variasi formula 1 yakni 3,62 ± 0,58 mm, 4,16 ± 0,13 mm dan 4,37 ± 0,08 mm. Sedangkan pada variasi formula 2 yakni 4,18 ± 0,10 mm, 5,4 ± 0,25 mm, dan 6,32 ± 0,24 mm. Pada bakteri E. coli kedua variasi formula tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri. Pada profil KLT-Bioautografi kedua variasi formula memberikan hasil yang sama yaitu adanya zona hambat pada senyawa sinamaldehid, didasarkan pada zona hambat variasi formula 1 dan 2 dengan nilai Rf masing-masing 0,85 dan 0,83 yang mendekati nilai Rf pembanding sinamaldehid yaitu 0,9. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak herbal antidiabetes Yuniari variasi formula 1 dan variasi formula 2 tidak berbeda bermakna dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 40 mg/mL, sedangkan pada bakteri Escherichia coli tidak memiliki aktivitas antibakteri. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan