Abstract :
Latar Belakang : Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, angka persalinan sectio caesarea pada tahun 2014
terdapat 1332 ibu bersalin di Kabupaten Kota Yogyakarta. Tahun 2015 meningkat tiga kali lipat menjadi 49%
dari 1101 ibu bersalin. Peningkatan Sectio Caesare disebabkan oleh perilaku seseorang dalam mengambil
keputusan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang yaitu tingkat pengetahuan sebagai
faktor predisposisi. Resiko persalinan Sectio Caesarea lebih tinggi daripada persalinan normal atau melalui
vagina.
Metode : Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Sampel penelitian adalah ibu dengan
usia kehamilan 4-7 bulan yang berencana melahirkan sesar menjadi informan kunci dan Bidan Puskesmas
Kecamatan Umbulharjo I menjadi informan triangulasi. Variabel tunggal penelitian adalah gambaran rencana
pada ibu hamil dalam pemilihan metode persalinan yang terdiri dari pendidikan, usia, status ekonomi dan
pengetahuan tentang persalinan sectio caesarea dan antenatal care.
Hasil : Hasil wawancara menunjukkan lima dari keenam informan adalah pekerja, empat dari enam ibu
pendidikan SLTA, satu dari enam ibu .pendidikan D3 dan satu dari enam ibu pendidikan D3, dua dari enam ibu
hamil usia beresiko dan empat dari enam ibu hamil usia tidak beresiko, tiga dari enam ibu pendapatan UMR
sedangkan tiga dari enam ibu lainnya pendapatan