DETAIL DOCUMENT
Strategi guru ISMUBA dalam meningkatkan akhlakul kharimah dengan pembiasaan sholat dhuha di SMP Muhammadiyah 1 Berbah Sleman
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Nurul Izza, Salsa
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-05 01:29:57 
Abstract :
Penelitian yang dilakukan skripsi ini di latar belakangi oleh fenomena yang terjadi pada saat ini seperti banyak nya krisis akhlak terutama di kalangan remaja pada saat ini sangat rentan sekali melakukan hal-hal negatif yang bisa menyebabkan krisis akhlak sebagai seorang muslim yang kehilangan jati diri. Maka dari peran guru sangat penting dalam membentuk akhlak siswa-siswi. Dengan melakukan pembiasaan kepada siswanya seperti sholat dhuha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari sholat dhuha bagi siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Berbah dalam meningkatkan akhlakul kharimah, juga bagaimana strategi dan apa saja faktor penghambat dalam penerapan pembiasaan sholat dhuha di SMP Muhammadiyah 1 Berbah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitataif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun cek keabsahan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini dapat menunjukan bahwa; Pertama, Manfaat dari sholat dhuha bagi siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 yaitu: (1) pembiasaan sholat dhuha dapat membuka pintu rejeki, (2) dapat membentuk jiwa kepemimpinan siswa,(3) menjadikan siswa yang berakhlak yan baik sehingga dalam melakukan pembiasaan sholat dhuha tanpa paksaan dan siswa sadar melakukan sholat dhuha tanpa perintah dari bapak ibu guru. Kedua, Strategi penerapan sholat dhuha dalam pembentukan akhlakul karimah di SMP Muhammadiyah 1 Berbah yaitu, (1) Strategi guru ismuba memberikan keteladanaan dalam melakasanakan sholat dhuha, (2) Guru ISMUBA memberikan pembiasaan sholat dhuha setiap harinya , (3) Guru ISMUBA dalam melaksanakan pembiasaan sholat dhuha memberikan nasihat dalam pelaksanaan sholat dhuha, (4) Guru ISMUBA memberikan perhatian kepada seluruh seluruh siswa terutama siswa yang tidak aktif dan diberi teguran agar melaksaan sholat dhuha, (5) Guru ISMUBA memberikan punishmen kepada siswa yang tidak melaksanakan sholat dhuha, siswa diberikan punishmem berupa menghafal bacaan surat pendek. Ketiga, faktor penghambat dalam pembiasaan sholat dhuha yaitu, (1) kurangnya penekaan dari pihak guru ISMUBA,(2) minimnya pengetahuan siswa tentang bacaan sholat dhuha, (3) belum ada rasa kesadaraan siswa untuk melaksanakan sholat dhuha dan guru ISMUBA kurang perhatian dalam melaksanakan pembiasaan sholat dhuha. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan