DETAIL DOCUMENT
Sistem informasi geografis pemetaan titik lokasi daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Zahra, Hikmatuz
Subject
H Social Sciences (General) 
Datestamp
2024-10-07 03:40:17 
Abstract :
Dalam mewujudkan pembangunan nasional sarana lalu lintas jalan perlu dikembangkan perannya dalam menjaga keamanan di jalan dan tertib lalu lintas. Menurut data Gakkum Satlantas Polres Bantul, selama tahun 2021 telah tercatat kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 1.917 kasus, mengakibatkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 161 orang, korban luka ringan mencapai 2.151 orang, dengan total kerugian materil mencapai Rp 881.287.000,00. Kasus kecelakaan lalu lintas sampai Agustus 2022 telah tercatat mencapai 1.665 kasus kejadian, dengan jumlah korban yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 115 orang, korban dengan luka ringan tercatat sejumlah 1.942 orang. Selain itu, menurut Kapolres Bantul AKBP Michael R Risakotta SH SIK, pada acara jumpa pers akhir tahun 2023 di Aula Polres Bantul, dengan pembahasan terkait kasus kecelakaan di lalu lintas Kabupaten Bantul ini menjadi pembunuh tertinggi jika dibanding dengan angka kasus kejahatan seperti pembunuhan dan lain-lain. Angka kecelakaan lalu lintas di Bantul tercatat selama tahun 2023 dari Januari hingga penghujung bulan Desember tercatat terdapat sebanyak 2.020 kasus dengan kerugian material sebesar Rp 792.383.300,00. Permasalahan tersebut bisa terjadi dikarenakan pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai informasi titik daerah sering terjadi insiden kecelakaan di sepanjang lalu lintas Kabupaten Bantul. Pada penelitian sistem informasi geografis pemetaan titik lokasi daerah rawan kecelakaan di lalu lintas Kabupaten Bantul berbasis website menerapkan metode Framework for the Application of System Thinking (FAST). Sistem ini menyediakan sebuah website untuk menampilkan informasi geografis pemetaan titik lokasi daerah rawan kecelakaan di Kabupaten Bantul. Metode FAST berfokus untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan user ikut berperan dalam pengembangan sistem ini. Tahapan dalam membangun sistem menggunakan metode FAST yaitu Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Decision Analysis, Design User Interface, Construction System, Implementation System, Testing dan Evaluation System. Dalam membangun sistem informasi geografis ini, dilakukan pengumpulan data atau Investigasi Awal dengan studi literatur dan survei awal untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai lokasi kecelakaan. Penelitian menghasilkan sebuah sistem informasi geografis mengenai pemetaan titik lokasi daerah rawan terjadi kecelakaan disepanjang lalu lintas Kabupaten Bantul, dan dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat. Sistem ini dibuat untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi lokasi jalan yang sering terjadi insiden kecelakaan. Sistem informasi geografis ini dilakukan dengan pengujian sistem Black Box memperoleh skor akhir 100% dan pengujian System Usability Scale (SUS) memperoleh skor akhir 77,97%. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan